1

Kamis, 22 Desember 2011

nggepung ( menumbuk jagung dengan lumpang )


pagi itu (selasa, 05-04-2011)saat jam masih menunjukkan pukul 06.30 sayup-sayup terdengan musik khas tradisional asal Dukuh Tompak Desa Tarubatang Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. ya..itu adalah suara orang sedang melakukan kegiatan Nggepung ( menumbuk jagung dengan lumpang ) lumpang adalah batu besar yang di jadikan tumpuan dan tempat jagung yang akan di tumbuk, pada bagian atas lumpang di beri lubang untuk tempat menumbuknya, salah satu alat tradisional ini masih ada di LUMBUNG SUMBERDAYA SETYO TUNGGAL (LSD ST,) dan bahkan alat ini masih sering digunakan masyarakat sekitar untuk menumbuk jagung, seperti yang di jalankan oleh Yahmi ( 37 Tahun) warga Dukuh Tompak Desa Tarubatang Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Yahmi sudah tidak punya lumpang lagi maka ia meumbuk jagung di LSD ST, namun kali ini Yahmi yang dibantu oleh mbok tini ( mbok tini adalah pemilik rumah yang ada lumpangnya) tidak akan membikin nasi jagung melainkan untuk membikin gablok, proses pembuatanya adalah sebagai berikut.
1. jagung di tumbuk untuk dipecah menjadi beberapa bagian kecil-kecil, lalu setelah di pecah menjadi kecil-kecil jagung di rendam dalam air selama 3-5 hari supaya lebih empuk, tiap pagi air yang digunakan untuk merendam di ganti. kira-kira hasilnya seperti pada gambar.

2.  jagung yang telah dipecah dan menjadi pecahan ini kemudian di tumbuk lagi untuk di jadikan tepung jagung, dengan cara di tumbuk dan di interi ( interi adalah proses pemisahan butiran jagung dengan hasil tumbukan yang sudah menjadi tepung jagung )selain itu pada proses ini juga sering di campuri tepung ganyong( ganyong adalah tanaman umbi-umbian khas Selo Boyolali.
3. proses ketiga ini jika sudah lama dan bertahap, maka jagung akan menjadi tempung jagung semua, maka ini tinggal proses pemasakan. bahkan hingga jagung yang masih berbektuk butiran paling kecil ( menir) harus betul-betul halus)

4. cara memasak adalah dengan cara dikukus hingga masak.

5. pada pembikinan gablog, tepung jagung dikukus bersamaan dengan beras ketan dan ditunggu hingga masak, setelah masak kemudian diangkat dan di aduk hingga rata, setelah rata kemudian ditunggu hingga dingin baru di iris-iris sesuai kesukaan.

6. sisa dari proses nggepung dan tumpahanya biasanya juga tidak terbuang karena sudah di manfaatkan oleh ayam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar