Sambil menunggu para perwakilan berdialog dengan Pemkab Boyolali, secara bergantian petani perwakilan dari desa desa di Kecamatan selo berorasi, salah satunya adalah kasno yang secara tegas menolak segala jenis produk impor, “kita sudah diserang produk luar, labu siam dari taiwan, jambu dari bangkok,maka jangan sampai tembakau boyolali diganti tembakau luar, karena ini sudah menjadi produk andalan boyolali” tegas kasno dengan lantang. Orasi yang lain adalah Supadi dari selo duwur mengatakan “seharusnya pemerintah membantu rakyat, bukan malah menghancurkan sumber sumber ekonomi rakyat” ungkapnya. lebih lanjut supadi meminta jangan mengambinghitamkan tembakau sebagai penyebab sakit dan kematian, “kematian itu bukan salah tembakau tetapi itu Urusan Tuhan” Tegasnya.
Wisnu mewakili Pemkab Boyolali setelah berdialog dengan perwakilan petani kemudian berbicara dihadapan masa aksi, beliu mengatakan bahwa pemkab Boyolali mendukung tuntutan masyarakat selo yang menghendaki penghentian pembahasan RPP tembakau. “Pemkab Boyolali, menolak pembahasan larangan tembakau dan akan mendukung semua aspirasimasyarakat” tegasnya kepada masa aksi. Pernyataan ini disambut dengan tepuk tangan dari semua masa aksi, Triyanto Koodinator lapangan AKSI ini mengatakan bahwa janji ini harus ditepai dan pemkab diminta
untuk membantu petani dalam memperjuangkan tuntutan untuk kelangsungan pertanian tembakau. ” Aksi ini bukan hanya satu satunya, karena akan terus berlanjut sampai terpenuhinya tuntutan” teriaknya. Triyanto menambahkan “sampai senayan pun akan kita lawan”, hal yang sama juga disampaikan Trijoko selaku tokoh pemuda selo menegaskan bahwa perjuangan ini harus terus dilanjutkan “semua petani harus bersatu untuk memperjuangkan aspirasi ini” tegas Trijoko.
Sunardi MMC fm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar