MAKALAH SAYA DAPATKAN KETIKA SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU DISAMPAIKAN OLEH FASILITATOR KESAYANGAN SAYA
BUDI CRISTIANA
semoga bermanfaat
PENGENALAN ULAT KROP
cricidolomia pavonana zeller
Famili : pyralidae
ordo : lepidoptera
ulat crop merupakan hama yang serius ditanaman kobis, dan banyak ditemukan ketika menjelang musim kemarau. Hama ini menyelesaikan siklus hidupnya (metomorfosis sempurna) dari telur kurang lebih 28 hari dan sangat tergantung pada kondisi temperatur lahan pertanian. Dan banyak ditemukan didaerah hangat dan dataran tinggi, dan biasanya mulai meletakkan telur ketika tanaman berumur 40 hari setelah tanam.
SIKLUS HIDUP
telur menetas setelah 4-5 hari diletakkan
larva: mempunyai 5 instar dan menyelesaikan dalam 12 hari
pupa didalam tanah berumur 10 hari
dewasa : hidup selama 30 hari dan mampu meletakkan 10 kelompok telur. Satu betina mempunyai kemampuan bertelur sampai kurang lebih 350 telur.
CIRI-CIRI DEWASA
Warna kepala adalah orange
warna tubuh krem hingga kuning
warna sayap badan cokelat dengan bercak bercak hitam
bertelur dibawah daun
jika siang hari akan mencari perlindungan di tanaman sekitar, misalnya pada gulma.
CIRI-CIRI TELUR
biasanya diletakkan berkelompok
bentuk seperti genting yang tersusun rapi
diletakkan dibawah daun
dalam satu kelompok telur antara 30-100 telur
warna kuning kehijauan dan bersinar/mengkilat
ketika akan menetas warna lebih tua dan agak kemerahan
menetas 4-5 hari setelah peletakan.
CIRI-CIRI LARVA
mempunyai 5 instar
pada saat instar satu masih berkelompok dan memakan daun ditempat dia menetas sehingga memebentuk seperti jendela
menyebar setelah masuk instar 2
ulat berwarna hijau pada punggung terdapat garis berwarna hijau muda, pada sisi kanan-kiri warnanya lebih tua, dan ada rambut chitine
ada juga ulat warnanya hijaudengan tiga baris warna lebih muda dan garis sisi yang warnanya hijaukuning serta rambut hijau
panjang maksimal 18 mm
ketika mau membentuk kokon dia akan turun dalam tanah dibawah tanaman kobis
memebetuk kokon dalam tanah
lama hidup 12 hari.
CIRI-CIRI PUPA
pupa terdapat dalam tanah dan merupakan pupa lepas
pada tahap awal terbungkus degan sutra dan ada sedikit tanah yang menempel, ketika akankeluar menjadi imago, lepas dari substrat yang membungkus.
Pupa sulit dicari karena bercampur dengan tanah
lama hidup 10 hari.
KERUSAKAN TANAMAN
larva biasanya memakan bersama-sama dalam satu tanaman
larva instar 1 memakan daun bagian bawah daun tanpa memakan selaput atas sehingga daun menjadi transparan.
Setelah menyebar maka bergerak ketitik tumbuhan (memakan krop kobis)
memakan krop sampai habis hanya hanya menyisakan tulang daun dan selaput sutra
larva mudah sekali untuk bergerak, dan mempunyai kemampuan pergerakan 2 meter untuk mencari tanaman inang.
Larva mempunyai pertahanan yaitu melubangi dan masuk dalam krop untuk melindungi dari insektisida.
MANAGEMENT DAN PRAKTIS PENGENDALIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN
A. AKTIVITAS PENCEGAHAN
tanaman perangkap( mustrad tetapi tidak ada di Indonesia)
pengolahan lahan untuk mengeluarkan pupa agarmati terkenasinar matahari dan atau termakan musuh alami (burung)
B. JIKA SUDAH DILAHAN
mengumpulkan telurdan ulat muda secara mekanik dengan pengamatan dilahan pada tanaman umur 40 hari setelah tanam. Dan jika gejala pada instar awal daun trasparan dan mudah terlihat sehingga dengan mudah dapat diambil secara mekanik karenaulat belum menyebar, hal ini cukup mudah dilakukan untuk meminimalkan penggunaan insektisida.
Pengaplikasian bacillus thurigensis (BT) : pengaplikasian BT dilakukan jika pada populasi crocidolomia sidah banyak.
Cara kerja BT :
- racun yang ada pada bakteri hanya efektif jika dimakan oleh ulat
- BT disemprotkan pada daun ketika ulat memakan daun maka ulat juga memakan BT
-racun BT akan menghancurkan perut/usus larva melalui paralysis BT
CATATAN : UNTUK CROCIDOLOMIA BIASANYA DENGA bt VAR AIZAWAI DAN bt KURSTAKI DAN Bt HANYA EFEKTIF 1-3 HARI ( DAPAT DILIHAT DI GOOGLE )
Jika racun efektif dan temakan maka :
-larva tidak akan efektif, berhenti makan dan mati karena penghancuran usus oleh racun dari bakteri
-larva mempunyai kandungan air yang banyak dan menjadi besar/gemuk dari ukuran biasanya.
Larva menjadi lunak dan mati dalam beberapa atau dalamsatu minggu. Tubuh akan ciklat menghitam dan kemudian hancur
MUSUH ALAMI
parasitoid : : eriborus argentopilosus ( kelemahan untuk pemakaian parasitoid ( eriborus) terdapat fenomena enkapkulasi: mekanisme pertahanan seldarah CROCIDOLOMIA terhadap benda asing dalam tubuhnya) dan tachinidae
Jamur erynia sp dan Nomuraea riley
Bt : Bacillus thurigensis
PENGENDALIAN SECARA TIDAK RAMAH LINGKUNGAN TIDAK DITULIS DI MAKLAH INI KARENA PENULIS TIDAK MAU MEMBERIKAN RACUN. JIKA ADA ISTILAH ISTILAH YANG SULIT DAPA DIKONFIRMASI DI GOOGLE.
Dewasa ini banyak petani yang mulai mengembangkan pertanian organik. mengingat petani sekarang sudah mulai mengetahui akan bahaya Residu Kimia Yang terdapat pada pestisida dan insektisida instan yang banyak diproduksi oleh perusahaan besar. residu kimia yang tidak dapat terurai secara alami banyak membahayakan kepada manusia secara langsung maupun tidak langsung, biasanya bahan kimia ini terdapat pada pestisida dan insektisida yang dikemas dari prusahaan obat-obat pertanian. mengapa pestisida jenis ini membahayakan kepada manusia karena bahan kimia yang terkandung akan bertahan dalam tanah dalam jangka waktu yang cukup panjang dan dapat berpindah tempat dan yang paling membahayakan adalah kandungan kimia yang tidak terurai ini akan masuk pada jaringan rantai makanan, bahaya langsung dari Pestisida yang banyak di alami oleh manusia biasanya adalah sebagai berikut : 1. dapat mengakibatkan batuk dan gangguan pernapasan, ( bahaya Pernafasan ) 2. Mengakibatkan mual, Mencret ( diare ) dan bahkan muntah -muntah ( ganguan pencernaan) 3. Mengakibatkan rasa pusing dan bahkan jatuh pinsang tidak sadarkan diri ( ganguan pada syaraf) 3. mengakibatkan iritasi ringan dan berat pada kulit seperti gatal-gatal dan kulit membengkak. bahaya-bahaya diatas biasanya terdapat ketika para petani saat mengaplikasikan pestisida maupun insektisida tanpa dilengkapi dengan pengaman tubuh yang layak, seperti memakai masker, memakai pakaian yang menutupi selruh anggota badan dan memakai septu kerja, padahal tidak dapat dipungkiri petani indonesia yang belum paham betul akan bahaya petisida selalu tidak menggunakan perlengkapan pelindung diri yang layak, sekalipun demikian bagi manusia yang sensitif terhadap pestisida maupun insektisida kimia sebaiknya tidak mengaplikasikan pestisida dan insektisida secara langsung sekalipun sudah memakai perlengkapan badan yang layak, toh sebenarnya masih banyak bahan organik yang memiliki kemampuan yang sama dengan bahan kimia pabrikan, tergantung bagaimana cara pengaplikasian dan pemahaman terhadap lingkungan pertanian yang mereka kelola. banyak muncul pertanyaan dari petani yang terlontar, bahwasanya pestisida alami dan insektisida alami tidak seampuh pestisida dan insektisida kimia, pertanyaan ini dapat terjawab ketika petani banyak belajar dan memahami lingkungan pertanianya, sebab suatu hama atau penyakit memiliki bahan racun yang dapat membasminya, contoh hama wereng akan mati jika disemprot cairan gadung atau rendaman air tembakau kering, hal ini disebabkan karena cairan gadung dapat merusak sel jaringan luar tubuh wereng sedangkan cairan tembakau akan merusak daya rangsang hama wereng melalui indra perangsang wereng. pada penyakit contohnya penyakit busuk embun ( lodoh pada tanaman kobis ) dapat dibasmi dengan jamur tricoderma, jamur ini organik dan akan menghambat jamur yang di sebabkan oleh embun atau kabut pada daerah pegunungan yang banyak menyerang tanaman sayuran. dan masih banyak lagi tata cara membasmi hama mapun penyakit dengan cara organik tanpa bahan kimia yang membahayakan terhadap lingkungan dan manusia.
1 Asefat Insektisida Kanker, mutasi gen, kelainan alat reproduksi
2 Aldikard Insektisida Sangat beracun pada dosis rendah
3 BHC Insektisida Kanker, beracun pada alat reproduksi
4 Kaptan Insektisida Kanker, mutasi gen
5 Karbiral Insektisida Mutasi gen, kerusakan ginjal
6 Klorobensilat Insektisida Kanker, mutasi gen, keracunan alat reproduksi
7 Klorotalonis Fungisida Kanker, keracunan alat reproduksi
8 Klorprofam Herbisida Kanker, mutasi gen, pengaruh kronis
9 Siheksatin Insektisida Karsinogen
10 DDT Insektisida Cacat lahir, pengaruh kronis.